90. Kebutuhan mentah

Begitu jemarinya melesak lebih dalam ke dalam diriku, aku merasakannya—getar halus di lengannya. Nyaris tak ada, tapi cukup terasa. Napasnya tersendat di kulitku, dan sesaat gerakannya melambat.

Demamnya.

Luka-lukanya.

Semuanya mengejarnya.

Tapi lalu dia mengatupkan rahang, menelan keras, dan me...

Masuk dan lanjutkan membaca