Bab 174

Ciuman itu datang mendadak—kasar, posesif, seperti penaklukan yang sekaligus jadi pengakuan dan ujian.

Alya membeku, pikirannya kosong melompong. Ia bahkan lupa bernapas.

Waktu seolah berhenti. Baru ketika ujung lidah pria itu menyentuh bibirnya, mendesak masuk, Alya tersentak kembali ke kenyataan...

Masuk dan lanjutkan membaca