Bab 20

Tatapan mereka saling mengunci di remang-remang cukup lama, sampai akhirnya Alya yang lebih dulu memalingkan wajah. Ia mengangkat gelasnya santai, senyum tipis menghias bibir, lalu meneguk habis isinya sekali jalan.

Saat minuman terus mengalir, ketegangan tadi pelan-pelan lenyap ditelan kabut kepal...

Masuk dan lanjutkan membaca