128: Di mana petani itu?!

Aku masih menatap tumpukan dokumen di atas meja dengan wajah kosong, sementara kata-kata peringatan dan permohonan ampun dari ayah Milly berputar-putar di kepala. Baru saja suasana kantor kembali senyap—lalu badai yang sebenarnya datang.

Pintu kantor mendadak dihantam dari luar, terbuka lebar tanpa...

Masuk dan lanjutkan membaca