3: Langkah yang salah.

Aife benar-benar meledak. Amarahnya terasa menekan lewat ikatan pasangan kami, seperti badai yang tinggal menunggu pecah.

Dia berdiri di tengah kamar, masih pakai jubah tidur, kedua lengan menyilang di dada begitu kencang sampai buku-buku jarinya memutih. Pandangannya bolak-balik antara aku dan Wil...

Masuk dan lanjutkan membaca