105: Jangan berdebat.

Pesan itu datang setelah makan malam—terlalu larut sampai aku langsung tahu isinya pasti bukan kabar baik begitu Ayah menyuruh seorang pelayan menjemputku.

Begitu aku masuk ke ruang kerjanya, Ayah sudah menggenggam kertas itu. Dia bahkan tidak menunggu lebih lama dari detik aku menutup pintu di bel...

Masuk dan lanjutkan membaca