146: Terjebak.

Mara datang dan pergi seolah-olah pohon ini milik dia seorang, sementara aku cuma numpang napas—itu pun rasanya harus bayar sewa.

Pagi-pagi dia menyelinap keluar tanpa sepatah kata. Balik beberapa jam kemudian dengan baju penuh tanah, membawa kabar entah apa yang jelas bukan untukku. Habis itu, lew...

Masuk dan lanjutkan membaca