64

Kutelkan telingaku ke pintu, napasku kutahan sekuat tenaga sampai dadaku nyeri. Detak jantungku mengaum di telinga, menenggelamkan semua bunyi lain. Kamar motel itu terasa seperti jebakan; udaranya berat oleh ketegangan. Telapak tanganku licin oleh keringat, dan handuk yang melilit tubuhku menempel ...

Masuk dan lanjutkan membaca