77

Aku tetap diam, keningku menempel pada jeruji gerbang yang dingin dan berkarat. Logam itu berbau samar keringat dan pembusukan, mengingatkan pada setiap jiwa putus asa yang pernah menggenggamnya sebelum aku. Dari balik gerbang, aku mencium aroma kopi, makanan busuk. Aku mencium bau darah. Metalik. M...

Masuk dan lanjutkan membaca