95

Aku tidak bergerak. Mataku tetap terkunci pada sudut ruangan, udara di lorong terasa tebal, setiap inci tubuhku membeku. Aku menahan napas, menunggu. Menunggu sesuatu. Apa saja. Langkah kaki Clarice di lorong semakin cepat, seolah-olah dia melarikan diri dari satu pertanyaan sederhana itu. Dia berti...

Masuk dan lanjutkan membaca