122

Paru-paruku terasa terbakar. Setiap tarikan napas seperti api yang membakar rusukku, setiap hembusan napas adalah desahan putus asa yang nyaris tak cukup. Tubuhku berteriak memintaku berhenti, kakiku gemetar di bawah beban kelelahan, tapi aku tak bisa. Tidak sekarang. Tidak ketika aku sudah sedekat ...

Masuk dan lanjutkan membaca