124

Perutku terasa mual. Tanganku mencengkeram pagar, kukuku menancap ke dalam logam. Jarak jatuhnya tidak terlalu jauh—mungkin dua lantai, mungkin tiga. Tapi air di bawah sana liar, gelap, menelan segala sesuatu di jalurnya. Ini bukan lompatan yang ingin aku ambil. Ini bukan lompatan yang bisa aku ambi...

Masuk dan lanjutkan membaca