126

Aku duduk di sana, punggungku bersandar pada trotoar yang kasar, lututku ditarik erat ke dada, tangan melingkari tubuhku seolah-olah itu bisa menahanku agar tidak hancur. Kepalaku terasa seperti terbelah dua, denyutan tumpul di belakang mataku membuat segalanya kabur, segalanya lambat. Tubuhku sakit...

Masuk dan lanjutkan membaca