153

Sekejap itu, tatapan matanya yang sederhana, cukup untuk membuat duniaku berhenti sejenak. Tangannya berhenti bergerak di tengah kegelisahan. Biskuit yang dipegangnya sudah tergigit tidak merata, remah-remah kecil menempel di jari-jarinya, di bajunya. Dan sesaat, mungkin kurang dari itu, dia hanya m...

Masuk dan lanjutkan membaca