SATU TUJUH PULUH LIMA

Sepanjang hari, kami terpaku pada televisi.

Ruang tamu dipenuhi dengan ketegangan, setiap napas terasa berat, seolah-olah seluruh dunia di luar telah runtuh menjadi kebisingan statis yang tak berujung. TV berkedip tanpa henti di depan kami, pembawa berita terus memberikan pembaruan yang melukiskan ...

Masuk dan lanjutkan membaca