Bab 193

Langkah menuju Gedung B terasa lebih berisik hari ini. Alaric tetap berada di pinggir arus—tudung diturunkan, bahu tegak. Sepatunya berderap di atas ubin yang dilapisi mantra, setiap langkah kini sudah familiar, meskipun aroma baja dan darah di balik pintu sayap tempur masih membawa sekelebat kenang...

Masuk dan lanjutkan membaca