Bab 208

Ivan masuk duluan, mantelnya terlipat di satu lengan, rautnya tetap masam seperti sejak kelas bubar. Kamar itu tak berubah sedikit pun selama beberapa jam mereka pergi—masih dua ranjang kembar yang dijejal terlalu rapat, tirai murahan yang berkepak di depan jendela retak, dan bau samar sabun cuci al...

Masuk dan lanjutkan membaca