Bab 223

Mereka berjalan dalam diam.

Langkah Jaden semakin melambat. Hoodie-nya tergantung miring di pundaknya, tas duffel menyeret di belakangnya seperti beban mati. Alaric sudah menawarkan—dua kali—untuk membawanya. Jaden menolak—dua kali.

Tapi sekarang?

Kaki Jaden tertekuk.

Alaric bergerak tanpa berpikir....

Masuk dan lanjutkan membaca