Bab 226

Ivan terbangun oleh suara kain yang berdesir.

Dia mengerjap melawan cahaya lilin—redup, stabil. Hampir fajar.

Kaelan berdiri di dekat lemari, sudah setengah berpakaian. Bukan pakaian kampus. Bahkan bukan kulit biasanya.

Bulu Silverwilds.

Jubah berat. Tunik dikancingkan di bahu. Perak dari garis ketu...

Masuk dan lanjutkan membaca