Bab 233

Jaden membuka pintu asrama tanpa sepatah kata pun.

Alaric duduk di sofa, kaki bersilang, sebuah buku di satu tangan, dan buku catatan di tangan lainnya. Matanya terangkat saat Jaden masuk—merah kecokelatan, tak terbaca—tapi dia tidak berkata apa-apa.

Mereka saling menatap.

Singkat. Ketat.

Lalu Jaden...

Masuk dan lanjutkan membaca