Bab 254

Jaden duduk kaku di ujung meja panjang, kakinya nyaris tidak menyentuh lantai.

Satu tangan menekan perutnya. Kemeja tipis yang ia kenakan tidak bisa menyembunyikan cara jari-jarinya menyebar, secara tidak sadar melindungi, di tempat di mana sesuatu yang baru kini hidup.

Rahimnya.

Implan itu.

Sud...

Masuk dan lanjutkan membaca