Bab 490

Caleb terbangun dengan kesal.

Bukan karena suara.

Bukan karena cahaya.

Karena urusan tubuh.

Ia berbaring beberapa detik, menatap langit-langit, rahang mengeras seolah kalau ia pura-pura tak merasakannya cukup lama, tubuhnya bakal paham dan berhenti macam-macam.

Tidak.

“Gila,” gumamnya.

Di seb...

Masuk dan lanjutkan membaca