CHAPTR DUA PULUH SEMBILAN

OLIVER

Aku menatap matanya, mencari-cari sedikit saja tanda perasaan. Namun yang kutemukan hanya tatapan yang tak bisa kuterjemahkan. Dia menelan ludah, keras.

“Maksud kamu apa?” Suaranya keluar seperti dipaksa.

Dia takut sama aku sekarang. Entah kenapa, bayangan bahwa dia mungkin bakal membencik...

Masuk dan lanjutkan membaca