PASAL 180

ALINA

Aku tersesat.

Benar-benar, dengan penuh kebahagiaan, tersesat.

Dunia telah menyempit pada ranjang ini, pada panas bibirnya, pada setiap gerakan lidahnya yang mengirim kilat ke tulang punggungku.

Tidak ada kemarin, tidak ada besok, tidak ada kerajaan yang menunggu di luar tembok ini.

H...

Masuk dan lanjutkan membaca