BAB 262

ALINA

Belum sempat aku merangkai satu kalimat pun, tawa Alexis sudah membelah ketegangan itu—tajam, bersih, seperti pisau menoreh kain sutra.

Kencang.

Dramatis.

Dan sama sekali nggak membantu.

“Ya ampun,” katanya, seolah-olah dia baru menyaksikan runtuhnya peradaban di depan mata.

“Aku mau...

Masuk dan lanjutkan membaca