BAB 268

Keheningan mengendap di garasi, cuma pecah oleh napas si pengkhianat yang tersengal—basah, berat, seperti orang yang baru diangkat dari kubangan.

Aku melangkah mendekat, kepala sedikit miring, mengamati sisa-sisa lelaki yang menggantung di rantai. Tubuhnya sudah bukan tubuh; lebih mirip bongkahan d...

Masuk dan lanjutkan membaca