Bab 25 Pov Camilla

“Leonardo, senang bertemu.” Àlvaro mengangguk sopan.

“Wah, formal sekali. Kalau kita bakal jadi rekan bisnis, kenapa nggak sekalian jadi teman?”

Àlvaro sempat ragu sepersekian detik dan aku melihat rahangnya mengeras. “Kata ‘teman’ sekarang gampang sekali diobral, ya? Menurutmu?”

Leonardo menyeri...

Masuk dan lanjutkan membaca