Bab [116] Yang Dimarahi Bukan Aku

Ketukan pintu yang mendesak terdengar dari depan, disertai dengan suara napas terengah-engah pria itu.

Sari Wijaya yang sudah tidur karena besok harus bekerja, hampir mengira dia salah dengar, tapi ketukan pintu di luar semakin keras, dia terpaksa bangun untuk membuka pintu.

Begitu pintu terbuka, ...

Masuk dan lanjutkan membaca