Bab [135] Kecurigaan terhadap Teguh Haryanto

Keesokan harinya pagi-pagi, Sari Wijaya pergi ke kantor seperti biasa.

"Kak Sari, akhirnya kakak datang juga! Tadi di jalan saya sudah belikan kopi panas, tanpa gula. Kakak mau coba?"

Dewi Fransiska menghampiri dengan wajah penuh senyuman, tangannya memegang cangkir kopi.

Meskipun sudah tahu kala...

Masuk dan lanjutkan membaca