Bab [141] Harapan Besok Akan Lebih Baik

Sari Wijaya meskipun tidak minum alkohol, tetapi melihat tubuh-tubuh segar di hadapannya, wajahnya juga agak memerah.

Dia menunjuk seseorang secara acak: "Dia saja."

Di ruang privat tersebut tersisa tiga orang. Oentoro Camar dengan hidup memperagakan pelukan kiri-kanan, dan gayanya pun semuanya ti...

Masuk dan lanjutkan membaca