Bab [147] Tolong Kamu

"Ini rumah saya, Kak. Kakak tidak perlu takut."

Suara Yanto Susilo terdengar lembut sambil menyodorkan segelas air hangat: "Saya tidak bermaksud menyalahkan Kakak, hanya ingin mengatakan bahwa apapun yang terjadi, Kakak harus menjaga kesehatan tubuh dengan baik, ya?"

Sari Wijaya tersenyum pahit: "...

Masuk dan lanjutkan membaca