Bab [167] Kamu Terluka?

Sari Wijaya menatap pemuda yang berperilaku sopan di hadapannya, tak bisa menahan rasa terharu yang muncul.

Sudah tidak tahu berapa lama sejak terakhir kali dia menerima hadiah. Dulu dia sangat mengharapkan perhatian dari Ari Limbong, tapi sekarang terlihat jelas betapa bodohnya pemikiran itu.

"In...

Masuk dan lanjutkan membaca