Bab [237] Temani Aku Semalam

"Lalu kamu, kamu sebenarnya mau apa?"

Maya Soewanto terisak, merasakan tubuhnya kembali diliputi rasa sakit yang menusuk, hanya bisa menekan tangisannya sekuat tenaga.

Wanita ini memang tetap bodoh seperti biasanya.

Sari Wijaya bersandar di samping tempat tidur rumah sakit, berkata pelan: "Tentu ...

Masuk dan lanjutkan membaca