Bab [23] Mengembalikan Nyawanya

Senyumnya yang begitu cerah dan mempesona membuat Ari Limbong terpana sesaat, namun akal sehatnya menariknya kembali ke kenyataan dengan keras.

Meninggalkan begitu banyak harta benda, tetapi malah meminta tiga bulan waktunya.

Ari Limbong mengerutkan kening, nadanya penuh curiga: "Sari Wijaya, perm...

Masuk dan lanjutkan membaca