Bab [260] Mual

Gadis itu pandai berbicara dan menjawab dengan lancar.

Sari Wijaya mengangguk, saat itu Karyadi Wijaya juga tersadar.

"Sari, lain kali cukup dorong kursi rodaku ke pinggir pintu untuk berjemur, jangan sampai kamu kelelahan."

"Mana ada capeknya? Ini sekalian olahraga buat aku."

Sari Wijaya menyer...

Masuk dan lanjutkan membaca