Bab [43] Bahaya Hidup

Matanya menatap kosong ke arah pintu yang tertutup rapat, api harapan di mata Sari Wijaya perlahan padam.

Tidak peduli sudah berapa kali, hasilnya selalu sama—pintu itu tidak akan pernah terbuka.

Terakhir kali dalam situasi seperti ini, yang hilang adalah anaknya. Kali ini, apakah nyawanya yang ha...

Masuk dan lanjutkan membaca