Bab [44] Kehilangan Keinginan untuk Hidup

"Apa yang kamu bicarakan!"

Obat penurun panas di tangannya terjatuh, Ari Limbong mengulurkan tangan menyentuh dahi Sari Wijaya yang panas membara, kepalanya berdengung keras.

Tubuh Sari Wijaya selalu sehat, bagaimana bisa tiba-tiba menjadi separah ini?

Yanto Yudha berjalan cepat ke sisinya, menge...

Masuk dan lanjutkan membaca