Bab Lima Ratus Lima Puluh Tujuh

JIPSEE

“Aku nggak mau berdebat lagi soal ini, Harlon. Kalau dia memang mau pergi, ya biarkan saja. Kita lihat saja nanti bagaimana, kan?”

Suara-suara keras itu menyusup ke dalam kegelapan istirahatku, saat aku terbaring di atas awan, masih menanti surga. Dadaku sesak. Lebih karena kesedihan...

Masuk dan lanjutkan membaca