Bab Lima Ratus Delapan Puluh Enam

RANGGA

Saat mesin portabel Dokter Budi selesai diturunkan dan kini teronggok di halaman rumahku, aku mengerutkan kening ke arahnya. Aku merenungkan tatapannya yang nyaris terlihat cemas saat ia memandang ke jendela kamarku, dan bertanya-tanya mengapa ketertarikannya pada pasanganku ini terasa...

Masuk dan lanjutkan membaca