Bab Enam Ratus Dua

BRAM

Suara tawa Rian yang meledak-ledak memenuhi telingaku lewat sambungan telepon selama dua atau tiga menit yang benar-benar membuang waktuku. Aku mengerang kesal, "Apaan sih yang lucu banget, Sialan?"

Tawanya makin kencang sebelum akhirnya dia menyahut, "Maaf. Sori, sori. Gue kira tadi lo n...

Masuk dan lanjutkan membaca