Bab Enam Ratus Dua Puluh Satu

CITRA

Entah sudah berapa lama, rasanya sih belum terlalu lama, karena saat aku sadar dari 'kumat'-ku yang terakhir, aku masih berada dalam dekapan lengan paling hangat, paling kekar, dan sekokoh pohon jati yang pernah dengan kurang ajarnya kujadikan tempat tidur siang.

Dia masih memelukku.

...

Masuk dan lanjutkan membaca