Bab Enam Ratus Dua Puluh Dua

CITRA

Aku bisa merasakan detik ketika semuanya berubah.

Saat tatapan Bima terangkat dari layar ponselnya, matanya menatapku sedingin es. Tak ada lagi sisa-sisa kehangatan dari manik matanya yang biasa terlihat setenang langit cerah; kini yang tersisa hanyalah tatapan kelam dan membeku bak dan...

Masuk dan lanjutkan membaca