Bab Dua Ratus Lima Belas

Luna menatap kakeknya dan saudara-saudara kakeknya keluar dari clubhouse. Tangannya tak berhenti mengusap perutnya.

Lengan Kota melingkari tubuhnya. “Kamu pikir ini udah selesai?” bisiknya di telinganya.

Luna menggeleng, tapi tak sanggup mengucapkannya.

“Iya, aku juga nggak,” geram Kota pelan. “T...

Masuk dan lanjutkan membaca