Bab Dua Ratus Empat Puluh Satu

“Whoa, pelan-pelan,” ujar Cat kepada perempuan di ujung telepon. “Dia benar-benar aman, nggak kenapa-kenapa. Dia yang minta aku nunggu sampai pagi ini baru nelepon kamu.”

“Bocah tengik itu.” London mengembuskan napas panjang. “Aku tadi kepikiran setengah mati. Aku bisa nyusul ke sana kalau kamu bil...

Masuk dan lanjutkan membaca