Bab 195

Madilyn’s POV

Tolong... pulanglah.

Hanya itu yang terus terngiang di pikiranku seperti badai yang enggan berlalu.

Aku duduk di ruang tamu, lutut ditarik erat ke dada, mata terpaku pada jam dinding. Setiap detik terdengar seperti guntur di telingaku. Sudah lewat tengah malam, dan Mason masih belum...

Masuk dan lanjutkan membaca