Bab 154

Alya membiarkan Bara menariknya maju, senyum tak lepas dari bibirnya.

Keriuhan kafe tadi masih mengendap di sudut pikirannya, tapi semangat Bara yang menular sudah menyapu bersih sisa-sisa tegang yang sejak tadi menggulung di dadanya.

Ia memanfaatkan momen untuk menyebutkan apa yang sedang ia car...

Masuk dan lanjutkan membaca