Bab 169

“Kamu!”

Bu Ratih begitu terpukul mendengar kalimat itu sampai beberapa detik lidahnya kelu. Ia ingin memarahi putranya, tapi ia sadar semua kata-kata teguran sudah habis ia tumpahkan entah berapa kali.

Ia berbalik, menunjuk Alya dengan dada naik-turun keras, tangan gemetar. “Alya, waktu terakhir ...

Masuk dan lanjutkan membaca