Bab 206

Di tengah perjalanan, telepon dari Pak Daniel masuk. Suaranya berat, penuh kekhawatiran.

“Alya, jangan ke kantor dulu sekarang. Kabarnya sudah keburu menyebar—katanya sebelum kamu koma, kamu diam-diam ketemu kompetitor, diduga bocorin rahasia perusahaan.”

Mata Alya menyipit, ada kilatan geli yang ...

Masuk dan lanjutkan membaca