Bab 215

“Bukan itu maksudnya, Emil!”

Suara Bu Bianca pecah jadi isak. “Ayahmu, Pak Jaya, sama Ibu—kami bener-bener sadar salah. Kami nggak minta macam-macam, cuma pengin dikasih kesempatan buat ngurus kamu, lihat kamu bahagia...”

“Nggak perlu.”

Emil memotong, nadanya tetap datar dan teguh. “Aku sekarang ...

Masuk dan lanjutkan membaca