Bab 240

Melihat kepanikan yang jelas terpampang di wajahnya, Dimas akhirnya angkat suara. “Butuh bantuan?”

Alya mengangguk, suaranya agak ragu. “Boleh pinjam ponselmu? Aku harus nelepon.”

Dimas memakai tangan kanannya yang masih bisa digerakkan untuk merogoh saku celana bahan yang lembut, gerakannya kiku...

Masuk dan lanjutkan membaca